Langsung ke konten utama

Shut Up and Dance: Episode Black Mirror yang masih mengena sampai sekarang semenjak rilis


Black Mirror adalah series di Netlix yang setiap episodenya merupakan cerita independen yang tidak bersambung satu sama lainnya. Tetapi tema dan benang merahnya -kalaupun ada- itu adalah dampak teknologi dan penyalahgunaannya. 

Rata-rata episode Black Mirror menceritakan tentang teknologi yang masih dalam konsep, misalnya komputer yang terpasang di otak, sosial media yang teraugmentasi di kehidupan nyata, atau tentang hidup dimana kesadaran (consciousness) bisa hadir di dunia digital. Sebagai praktisi di dunia digital alias tukang koding, series Black Mirror ini terasa relevan dan dekat walaupun mungkin teknologinya masih jauh dari kenyataan.

Tapi episode Shut Up and Dance ini lain, teknologinya bukan dari konsep atau bayangan masa depan, melainkan hanya smartphone dan melibatkan hacker yang bahkan tidak ditunjukan sama sekali. Kehadiran hacker tersebut hanya berupa instruksi yang masuk sebagai SMS. 

Di awali dengan Kenny (Alex Lawther) seorang karyawan fastfood biasa yang laptopnya tertular virus karena adiknya berusaha menonton film bajakan di internet, menjadikan dia boneka yang bisa disuruh-suruh apapun dan kemanapun hanya dengan ancaman sederhana: Hal memalukan yang terekam kamera laptopnya akan disebarkan keseluruh kontak yang ada di HPnya.

Karena teknologi dan metode yang digunakan tidaklah fantastis, membuat cerita di episode ini cukup mengerikan. Karena metode yang sama bisa sekali digunakan sekarang. Saat ini. Dengan teknologi yang sudah ada dan diakses orang banyak sekarang.

Kenny dan Hector (Jerome Flynn) berdua menjadi bulan-bulanan si hacker dibalik pengirim SMS instruksi yang mau tidak mau harus mereka turuti. Mereka berdua mengitari kota dari ujung ke ujung dan melakukan tindakan kriminal demi memuaskan instruksi si hacker. Dengan harapan jika semua instruksi mereka laksanakan dengan baik, si hacker akan meninggalkan mereka tanpa menyebarkan apapun yang bisa membuat hidup Kenny dan Hector berantakan.

Cerita yang apik dan membuat penontonnya tegang dari awal sampai akhir ini juga memiliki plot twist yang membuat perut terasa teriris. Sungguh episode yang solid sekali dari series Black Mirror.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

acceptance aka ac·cept·ance

  today I finally reach the age of 30. ten years ago, my naive and underdeveloped brain thought that I am gonna achieve greatness, that I am the main character, the chosen one. what a memory that is. I know that me. right now is just an NPC or extras or whatever somebody with no insignificance is called. I live a mediocre life and now I am not even sure if I still have ambition anymore. I wake up every day knowing that my day is gonna be mundane. and I didn't know when was the last time I felt excited. TLDR. Me and my life are boring. I am just a programmer with the bare minimum skill. I am gloomy and cowardly, hate working hard, and even though I know I should fight. in the end, I am just running away. and the sad part, I am okay with that. sigh. even I understand that my life is not *that* miserable. but my head keeps telling me that I am not worth it. I keep kicking grass in frustration. why am I like this. I wish I can accept this, I wish I have acceptance in my life. but my he...

Rest

I wish one day, far in the future, I can be like Thanos at the end of Infinity War movie.  Take a satisfying rest after all the hard work.  Feeling relieved to know a job well done.

My Life

I feel like this life is sucked balls. In my childhood, I didn't have much. We live in a small cottage inside the Elementary school complex because my dad is the guardian for the place. I don't have many toys and often always play in a friend's house because I am so awed by what they have. When the young adult me comes, I work in Jakarta for like six years. and still, feel like I didn't earn anything. I have invested very poorly in a house that too far from anywhere. and I sold it with a loss when the business I work with went under. after 6 years of working, I didn't even have life savings. And then, I work in Bandung, everything seems totally fine. until some dipshit of a person ruins my life. betrayed me and cost me not only financially but also mentally. I have tremendous debt and to make it worse, my dad is sick and needs to be operated quickly. Somehow I got through it. my dad is okay now. But right now. I feel like I have very little control over my life. I a...