Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerita

Padahal hidup itu...

Aku melihat keluar jendela yang sedang diguyur gerimis. Menghitung pencapaian yang sama sekali tak bersisa. Menggumamkan tak terhingganya rasa bersalah dan rasa kehilangan. Semua demi hidup yang ternyata sia-sia. Sayang sekali kehidupanku yang tak kuminta ini bukan hanya milikku. Ada tanggung jawab disetiap nafas yang terhembus, ada yang mengharapkan detak jantungku terus berdebar selama mungkin.  Mungkin semua ini akan lebih mudah kujalani jika hidup sedikit lebih adil. Tapi mungkin juga karena ketidakadilan hiduplah aku masih menapak diatas bumi. Entah mauku apa, pikiranku sendiri penuh dengan paradoks. Rasa sedih menjadi keseharian, kadang pekat kadang ringan.  Tapi selalu ada. Ingin bertanya kenapa, tapi aku takut akan jawaban yang didapat.  Bukankah hidup itu harusnya menyenangkan?

Hari ini aku dibunuh

"MATI KAU!" Dia berteriak sekuat tenaga tak peduli akan sekitar. Sambil menancapkan pisau sepanjang telapak tangan ke dadaku sedalam mungkin, aku lalu terjerembab bersujud ke tanah. Terasa pengap sekali rasanya, terengah-engah aku berusaha bernapas. Sebilah pisau tertanam menjegal saluran pernafasanku, aku yakin sekali paru-paruku sudah rusak dan tak akan berfungsi lagi dalam waktu yang sangat dekat. Darah menggenangi tanah di bawahku. Dalam awang-awang rasa sakit yang memba'al, saat kesadaranku semakin menipis, penusukku barusan lari menjauh meninggalkanku yang sekarat. Saat itulah aku tahu pasti bahwa beberapa detik lagi aku akan mati.